Home > Kriya > Pengertian Seni Kriya

Pengertian Seni Kriya


I Wayan Seriyoga Parta

Seni kriya adalah cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bhs Sanskerta) yang berarti ‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni” (Prof. Dr. Timbul Haryono: 2002).

Dalam pergulatan mengenai asal muasal kriya Prof. Dr. Seodarso Sp dengan mengutif dari kamus, mengungkapkan “perkataan kriya memang belum lama dipakai dalam bahasa Indonesia; perkataan kriya  itu berasal dari bahasa Sansekerta yang dalam kamus Wojowasito diberi arti; pekerjaan; perbuatan, dan dari kamus Winter diartikan sebagai  ‘demel’ atau membuat”. (Prof. Dr. Soedarso Sp, dalam Asmudjo J. Irianto, 2000)

Sementara menurut Prof. Dr. I Made Bandem kata “kriya” dalam bahasa indonesia berarti pekerjaan (ketrampilan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft berarti energi atau kekuatan. Pada kenyataannya bahwa seni kriya sering dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau ketrampilan seseorang”. (Prof. Dr. I Made Bandem, 2002)

Dari tiga uraian ini dapat ditarik satu kata kunci yang dapat menjelaskan pengertian kriya adalah; kerja, pekerjaan, perbuatan, yang dalam hal ini bisa diartikan sebagai penciptaan karya seni yang didukung oleh ketrampilan (skill) yang tinggi.

Seperti telah disinggung diawal bahwa istilah kriya digali khasanah budaya Indonesia tepatnya dari budaya Jawa tinggi (budaya yang berkembang di dalam lingkup istana pada sistem kerajaan). Denis Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: Silang budaya, menyatakan ‘istilah kriya yang diambil dari kryan menunjukkan pada hierarki strata pada masa kerajaan Majapahit, sebagai berikut; “Pertama-tama terdapat para mantri, atau pejabat tinggi serta para arya atau kaum bangsawan, lalu para kryan yang berstatus kesatriya dan para wali atau perwira, yang tampaknya juga merupakan semacam golongan bangsawan rendah’. (Denis Lombard dalam Prof. SP. Gustami, 2002)

Menyimak pendapat Prof. SP. Gustami yang menguraikan bahwa; seni kriya merupakan warisan seni budaya yang adi luhung, yang pada zaman kerajaan di Jawa mendapat tempat lebih tinggi dari kerajinan. Seni kriya dikonsumsi oleh kalangan bangsawan dan masyarakat elit sedangkan kerajinan didukung oleh masyarakat umum atau kawula alit, yakni masyarakat yang hidup di luar tembok keraton. Seni kriya dipandang sebagai seni yang unik dan berkualitas tinggi karena didukung oleh craftmanship yang tinggi, sedangkan kerajinan dipandang kasar dan terkesan tidak tuntas. Bedakan pembuatan keris dengan pisau baik proses, bahan, atau kemampuan pembuatnya.

Lebih lanjut Prof. SP. Gustami menjelaskan perbedaan antara kriya dan kerajinan dapat disimak pada keprofesiannya, kriya dimasa lalu yang berada dalam lingkungan istana untuk pembuatnya diberikan gelar Empu. Dalam perwujudannya sangat mementingkan nilai estetika dan kualitas skill. Sementara kerajinan yang tumbuh di luar lingkungan istana, si-pembuatnya disebut dengan Pandhe. Perwujudan benda-benda kerajinan hanya mengutamakan fungsi dan kegunaan yang diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan praktis bagi masyarakat (rakyat). (Prof. SP. Gustami, 2002) Pengulangan dan minimnya pemikiran seni ataupun estetika adalah satu ciri penanda benda kerajinan.

Pemisahan yang berdasarkan strata atau kedudukan tersebut mencerminkan posisi dan eksistensi seni kriya di masa lalu. Seni kriya bukanlah karya yang dibuat dengan  intensitas rajin semata, di dalamnya terkandung nilai keindahan (estetika) dan juga kualitas skill yang tinggi. Sedangkan kerajinan tumbuh atas desakan kebutuhan praktis dengan mempergunakan bahan yang tersedia dan berdasarkan pengalaman kerja yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari.

Kembali  ditegaskan oleh Prof. SP. Gustami: seni kriya adalah karya seni yang unik dan punya karakteristik di dalamnya terkandung muatan-muatan nilai estetik, simbolik, filosofis dan sekaligus fungsional oleh karena itu dalam perwujudannya didukung  craftmenship yang tinggi, akibatnya kehadiran seni kriya termasuk dalam kelompok seni-seni adiluhung (Prof. SP.Gustami, 1992:71).

Uraian tadi menyiratkan bahwa kriya merupakan cabang seni yang memiliki muatan estetik, simbolik dan filosofis sehingga menghadirkan karya-karya yang adiluhung dan munomental sepanjang jaman. Praktek kriya pada masa lalu dibedakan dari kerajinan, kriya berada dalam lingkup istana (kerajaan) pembuatnya diberi gelar Empu. Sedangkan kerajinan yang berakar dari kata “rajin” berada di luar lingkungan istana, dilakoni oleh rakyat jelata dan pembuatnya disebut pengerajin atau pandhe.

Dari beberapa pendapat yang telah dibahas sebelumnya menjelaskan bahwa wujud awal seni kriya lebih ditujukan sebagai seni pakai (terapan). Praktek seni kriya pada awalnya bertujuan untuk membuat barang-barang fungsional, baik ditujukan untuk kepentingan keagamaan (religius) atau kebutuhan praktis dalam kehidupan manusia seperti; perkakas rumah tangga. Contohnya dapat kita saksikan pada dari artefak-artefak berupa kapak dan perkakas pada jaman batu serta peninggalan-peninggalan dari bahan perunggu pada jaman logam berupa; nekara, moko, candrasa, kapak, bejana, hingga perhiasan seperti; gelang, kalung, cincin. Benda-benda tersebut dipakai sebagai perhiasan, prosesi upacara ritual adat (suku) serta kegiatan ritual yang bersifat kepercayaan seperti; penghormatan terhadap arwah nenek moyang.

Masuknya agama Hindu dan Budha memberikan perubahan tidak saja dalam hal kepercayaan, tetapi juga pada sistem sosial dalam masyarakat. Struktur pemerintahan kerajaan dan sistem kasta menimbulkan tingkatan status sosial dalam masyarakat. Masuknya pengaruh Hindu–Budha di Indonesia terjadi akibat asimilasi serta adaptasi kebudayaan Hindu-Budha India yang dibawa oleh para pedagang dan pendeta Hindu-Budha dari India dengan kebudayaan prasejarah di Indonesia. Kedua sistem keagamaan ini mengalami akulturasi dengan kepercayaan yang sudah ada sebelumnya di Indonesia yaitu pengkultusan terhadap arwah nenek moyang, dan kepercayaan terhadap spirit yang ada di alam sekitar. Kemudian kerap tumpang tindih dan bahkan terpadu ke dalam pemujaan-pemujaan sinkretisme Hindu-Budha Indonesia. (Claire Holt diterjemahkan oleh RM. Soedarsono, 2000)

Tumbuh dan berkembangnya kebudayan Hindu-Budha di Indonesia kemudian melahirkan kesenian berupa  seni ukir dengan beraneka ragam hias, dan patung perwujudan dewa-dewa. Dalam sistem sosial kemudian lahir sistem pemerintahan kerajaan yang berdasarkan kepada kepercayaan Hindu seperti kerajaan Sriwijaya di Sumatra, kerajaan Kutai di Kalimantan, kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat, Mataram Kuno Jawa Tengah. Hingga kerajaan Majapahit di Jawa Timur dengan maha patih Gajah Mada yang tersohor, yang kemudian membawa pengaruh Hindu ke Bali. Seni ukir tradisional masih diwarisi hingga saat ini.

Peran seni kriyapun menjadi semakin berkembang tidak saja sebagai komponen dalam hal kepercayaan/agama, namun juga menjadi konsumsi golongan elit bangsawan yaitu sebagai penanda status kebangsawanan. Kondisi tersebut menjadikan kriya sebagai seni yang bersifat elitis karena menduduki posisi terhormat pada masanya, berbeda dengan kerajinan yang cenderung tumbuh pada kalangan masyarakat biasa atau golongan rendah.

Akan tetapi keadaannya berbeda pada masa modern, dimana tingkatan sosial seperti pada masa kerajaan yang disebut “kasta” sudah tidak lagi eksis. Kalaupun ada tingkatan sosial kini tidak lagi berdasarkan “kasta” atau kebangsawanan yang dimiliki oleh seseorang, akan tetapi kemapanan ekonomi kini menjadi penanda bagi status seseorang. Artinya tarap ekonomi yang dimiliki seseorang dapat membedakan posisi mereka dari orang lain, secara sederhana kekuasan sekarang ditentukan oleh kemampuan ekonomi yang dimiliki seseorang. Dalam sistem masyarakat modern kondisinya telah berubah kaum elit yang dulunya ditempati oleh kaum bangsawan (ningrat), sekarang digantikan kalangan konglomerat (pemilik modal). Kondisi ini membawa dampak bagi pada posisi kriya, karena kini kriya mulai kehilangan struktur sosial yang menopang eksistensinya seperti pada masa lalu.

Situasi ini menjadikan kriya tidak lagi menjadi seni yang spesial karena posisi terhormatnya di masa lalu kini sudah terancam tidak eksis lagi, kriya kini menjadi sebuah artefak warisan masa lalu. Terlebih lagi dalam industri budaya seperti sekarang kedudukan kriya kini tidak lebih sebagai obyek pasar, yang diproduksi secara masal dan diperjualbelikan demi kepentingan ekonomi. Kriya kini mengalami desakralisasi dari posisi yang terhormat di masa lalu, yang adiluhung merupakan artefak yang tetap dihormati namun sekaligus juga direduksi dan diproduksi secara terus-menerus.

Kehadiran kriya pada jenjang pendidikan adalah sebuah upaya mengangkat kriya dari hanya sebagai artefak, untuk menjadikannya sebagai seni yang masih bisa eksis dan terhormat sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Inilah tugas berat insan kriya kini. Dalam perkembangan selanjutnya sejalan dengan perkembangan jaman, konsep kriyapun terus berkembang. Perubahan senantiasa menyertai setiap gerak laju perkembangan zaman, praktek seni kriya yang pada awalnya sarat dengan nilai fungsional, kini dalam prakteknya khususnya di akademis seni kriya mengalami pergeseran orientasi penciptaan. Kriya kini menjelma menjadi hanya pajangan semata dengan kata lain semata-mata seni untuk seni. Pergerakan ini kemudian melahirkan kategori-kategori dalam tubuh kriya, kategori tersebut antara lain kriya seni, dan desain kriya.

About these ads
Categories: Kriya Tags:
  1. basyar
    October 22, 2009 at 10:02 am | #1

    saya merasa banya menerima ilmu dengan apa yang telah tertulis ini, makasi ya !

    • yogaparta
      October 22, 2009 at 1:46 pm | #2

      sama-sama saudara/i basyar..

      manfaatkanlah tulisan ini untuk hal yang berguna..

      salam

      • tri florent doni
        August 13, 2011 at 8:03 am | #3

        kirim kn materi k emai bisa ndakkk……???????/

        • yogaparta
          August 15, 2011 at 3:05 am | #4

          silakan anda copy saja di blog ini, dan ingat sertakan alamat blognya saja..

      • Albert
        January 13, 2012 at 8:22 am | #5

        Gan seni kriya gerabah itu apa??
        Kirim aja ke email ane:albertteguh@ymail.com
        Ane tunggu gan…
        Thx

    • agung pratomo
      December 6, 2011 at 11:24 am | #6

      suka dengan membaca ini, dan sy sedang menekuni seni kriya dlm hal pemanfaatan limbah disekitar lingkungan rumah,,dan saya membuka wadah seni utk berkreasi dan mengumpulkan ide2 kreatif utk sharing di Fb kami sbg ajang komunitas bersama pencinta seni kriya indonesia.
      Email: kayuunikgalery@yahoo.co.id
      Thx

    • December 6, 2011 at 11:27 am | #7

      kami menerima hasil2 kriya anda yg orisinil dgn memanfaatkan dr limbah brg2 bekas / repro design/daur ulang..dan kami akan membuat studi pameran bersama di jakarta..thx all

  2. ariestya dwi
    November 3, 2009 at 3:10 am | #8

    knapa kok disebut seni kria??????????????????????!@#%#%#^&$

  3. riena
    January 15, 2010 at 3:18 am | #9

    kenapa disebut seni kriya

  4. Putu Suri Saraswati
    June 11, 2010 at 12:02 pm | #10

    Trimakasih banyak..
    dengan ini, tugasku bisa terselesaikan..juga bisa mengeryi ap itu seni kriya,,,.

    • yogaparta
      June 11, 2010 at 11:17 pm | #11

      terima kasih..

  5. oktrika hadi silviana
    July 29, 2010 at 8:09 am | #12

    boleh tanya pak,
    saya bingung lagi nulis skripsi tentan peningkatan perolehan hasil belajar kerajinan tangan d mata pelajaran keterampilan buat anak tunagrahita ringan.
    bedanya keterampilan sama seni tuh apa sih…
    soalnya saya pernah denger kalo seni itu ngak d komersilkan, kalo keterampilan atau kerajinan tuh memang di ciptakan atau dibuat untuk digunakan / di manfaatkan
    makasih sebelumnya ya.pak…

    • yogaparta
      July 29, 2010 at 8:51 am | #13

      halo oktrika..

      yang pertama secara keilmuan kriya jelas beda dari kerajinan karena itu kriya perlu diajarkan di pendidikan dan kerajinan tidak..namun banyak orang yang bingung kalo melihat output/ hasil karya, sulit membedakan dengan hasil kerajinan karan yang sering disebut kerajinan juga memiliki kualitas seni. kriya jika dikaji secara arti maknanya kan tidak merujuk pada benda, tapi pada intensitas, mulai dari niatan, teknik dan untuk apa karya yang akan dibuat..nah kalo untuk seni semata (seni murni), nilainya adalah pada kualitas artistik dan estetiknya..kalo untuk fungsional, nilai seni itu harus juga dipadukan dengan fungsinya..

      kedua apa kemudian bedanya? saya ingin mengatakan karya kriya, jika kemudian diproduksi ya kemudian akan menjadi mass product/kerajinan, tidak hanya karya kriya, lukis, patung juga akan bisa menjadi kerajinan, ya kan.. kerajinan/mass product bukan keilmuan, tapi sistem produksi itu yang harus ditekankan..sementara yang nama seni kriya. lukis, patung, dll itu menyangkut sistem keilmuan. nilai seninya tetap bisa dinilai antara yang diproduksi dengan yang tidak..

      jadi bedanya bukan hanya pada aspek komersial, karena kerajinan dan seni sekarang sama2 berhubungan dengan nilai komersial juga, tapi valeu (nilainya seninya) berbeda..

      salam yoga

  6. gita suha yuranda
    August 3, 2010 at 12:44 pm | #14

    aku mau tanya dong apa sih tujuan seniman membuat seni kriya dalam masyarakat

    • yogaparta
      August 4, 2010 at 3:22 am | #15

      halo gita, tujuanya banyak dan masyarakat mana yang dimaksud, jaman dulu atau sekrang?
      baiknya saya akan coba jelaskan dalam masyarakat pada umumnya di jaman sekarang saja, tujuannya bisa beberapa; 1 untuk kepuasan estetis seniman sendiri, nilai estetis sebuah karya juga kemudian diapresiasi oleh masyarakatnya. 2 karya kriya di samping mengetengahkan nilai estetis juga memiliki nilai fungsional,khususnya pada karya-karya yang difungsikan misalkan furniture nah tujuannya adalah karya tersebut memiliki nilai fungsi bagi masyarakatnya.

      salam

  7. August 7, 2010 at 8:04 am | #16

    makasih ea..

    ku jadi bisa ngerjain tugas ne..

    h cuma buka fb doank.. :)

  8. August 7, 2010 at 10:05 pm | #17

    saya ingin bertanya dan bersaran:

    1. tentang perbedaan seni kriya dan Produk Kriya?

    saya berpendapat bahwa mass production akan berimbas pada cost, kepraktisan pembuatan dan kepemilikan, sedangkan satu buah karya akan berimbas pada cost dan kerja seni murni yang menghasilkan objek tunggal.

    2. mata saya menganjal ketika sering kali mambaca tulisan “skill” dan “jaman” di blog ini. ya, seorang penenun pun dituntut harus manguasai alat dan media sebelum mereka bisa disebut penenun profesional.

    Keterampilan kriya termasuk juga kepandaian menggunakan peralatan sesuai
    dengan media yang dipakai. “Mungkin akan terasa lebih nyaman membacanya.”

    Ketrampilan. “skill”. Seni tadi akan menjadi indah setelah si pembuat seni berfokus pada artworks / karya seni yang dia ingin hasilkan. Tentunya dengan proses yang mungkin saja amat panjang. misal, proses pengembangan keterampilan tangan.

    Jaman. saya sebut saja seni kriya traditional dan modern/kontemporer saja. seluk beluk dan sejarah akan memperpanjang penjelasan mengenai “Sejarah Kebudayaan Indonesia” saja. yang mungkin saja peradaban itu belum tentu benar.

    mohon maaf jika banyak terdapat kekeliruan.

    -salam sejahtera-

  9. herlin
    October 5, 2010 at 11:32 pm | #18

    pengertian seni kriya ukir logam itu apa sich?
    kok saya kesulitan mencari referensi tentrang itu.
    terima kasih,,,,

    • yogaparta
      October 6, 2010 at 5:00 am | #19

      menurut saya pertanyaan anda mengandung 2 perngertian 1) pengertian seni kriya logam 2)ukir logam..
      saya cb jelaskan yang kriya logam dulu, perngertian karya seni visual dengan material logam yang dikerjakan dengan kecakapan (craftmanship) dan didalamnya juga mengandung nilai estetis..
      sementara ukir logam yaitu karya ukiran yang dibuat dengan bahan logam, atau teknik ukir pada logam dengan memakai bahan dan peralatan khusus untuk logam..

  10. deas amggraini
    October 11, 2010 at 12:34 pm | #20

    hallo pak yogaparta
    sya mau tanya nie pak

    sya kan ad tgs dri sklh
    trus d sruh cari karya seni rupa terapan dua dimensi
    con: seni reklame,seni batik,seni grafis,dan ilustrasi
    itu suruh pilih slh stu.dan qwu milih seni grafis…
    tpi d keterangan seni grafis itu tdk ad tekturny jdi
    pertanyaan sya …??????ap tektur seni grafis..?????dan berasal dri mna …mooh d jawab pertanyan saya pak….karna penting banget bagi sya……..

    terima kasih banyak pakkkk

    • yogaparta
      October 12, 2010 at 6:47 am | #21

      halo anggraini, saya pikir tekstur dalam seni grafis dalam hal nya dalam seni rupa lainnya pengertian tekstur kurang lebih artinya kesan yang dapat ditangkap dengan visual dan perabaan, jadi tekstur bisa bersisaf semu dan nyata, dalam seni grafis tertutama cetak cukil kayu terdapat kedua jenis tekstur (semu dan nyata)..namun dalam desain grafis pada umumnya tekstur lebih banyak bersifat semu..

      mungkin itu dulu ya, semoga bermanfaat…

  11. deas amggraini
    October 13, 2010 at 7:11 am | #22

    trma ksh pak

    dan sya mau tanya lgi berasal dari mna seni grafis

  12. silvi dwi rachmawati
    November 19, 2010 at 4:57 am | #23

    Alhamdulillah……………….
    akhirna tugas qw selesai jga tentang seni kriya….

  13. cut rushayu putri
    November 26, 2010 at 1:26 pm | #24

    maksih ataas pengertiannya ,
    karena ini tugas saya selesai ,
    alhamdulillaahh ,

  14. Fachrul
    January 17, 2011 at 1:02 pm | #25

    pak saya mw tanya gambar seni kkriya pa jah ea?

  15. dyto
    February 1, 2011 at 11:42 am | #26

    saya mau tanya pak,
    referensi tentang pengertian seni kriya dari gustami dan timbul haryono judul bukunya apa pak?
    ini untuk skripsi saya, kebetulan tidak bisa mengutip dari blog.
    mohon bantuannya
    terimakasih sebelumnya.

    • yogaparta
      February 1, 2011 at 1:41 pm | #27

      halo mas, yang saya pake untuk referensi ini dari kumpulan makalah seminar kriya dan dari jurnal isi yogyakarta..ada bukunya p gustami dan p timbul, tapi saya lp judulnya..

  16. May 9, 2011 at 12:20 pm | #28

    Dimana dan bagaimana caranya supaya saya dapat mendalami seni kriya,saya guru smpn 23 tanjung jabung timur

    • yogaparta
      May 26, 2011 at 2:47 am | #29

      salam kenal…sori baru sempat saya balas, bisa mengikuti perkuliahan di jurusan seni kriya mas, atau anda bisa juga membawa buku2 atau tulisan tentang seni kriya..saya berencana akan membuat sebuah buku yang berisi tinjauan seni kriya. semoga saja bisa lekas terwujud ya..

      salam

  17. fajar
    May 25, 2011 at 4:18 am | #30

    saya mau tanya bagaimana pendapat anda mengenai pandangan tentang karya seni kriya apakah masih dipandang sebelah mata dengan karya seni modern seperti lukis dll??

    • yogaparta
      May 26, 2011 at 2:43 am | #31

      menurut saya tidak mas, th 2010 lalu saya pernah membuat program pameran di satu galeri di jakarta yang mengikutkan seniman dari disiplin kriya, apresiasi terhadap karya tersebut sangat bagus kok.. yang terjadi sebetulnya kawan2 dari disiplin kriya sangat jarang terlibat dalam event seni rupa, sehingga karya2 mereka belum banyak dikenal oleh apresian seni rupa kita..

  18. dk
    June 26, 2011 at 2:16 pm | #32

    salam….
    pak yogaparta, saya mau tanya. seni ukir termasuk seni kriya bukan pak?
    terimakasih.

    • yogaparta
      June 27, 2011 at 2:01 pm | #33

      halo mas, iya seni ukir termasuk dalam teknik kriya mas…

  19. sarwo edi kriya UNG
    July 14, 2011 at 8:44 am | #34

    pa? pengertian kebudayaan itu apa hal-hal yang baik2 saja. katanya kalo yang jelek2 tidak termasuk budaya, apa benar begitu menurut bapak?

    • yogaparta
      July 14, 2011 at 3:13 pm | #35

      apakabar dy, ya sebagaian besar pengertian kebudayaan memang didefinisikan dalam kerangka positif.. tapi secara umum istilah kebudayaan/budaya kerp kali juga kita pakai untuk menyebutkan hal2 yang bersifat negatif seperti: budaya korupsi, budaya maling, dll..

      pengertian umum ttg kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia.. kalau kita ambil satu definisi oleh JJ. Honingham menyatakan definisi kebudayaan berkaitan dengan 3 aspek kehidupan manusia 1.ide, 2. aktifitas dan 3. artefak.

      begitu kira2 dy..

  20. eka setiawan
    July 19, 2011 at 1:11 am | #36

    mas,tolong penjelasannya karya-karya apa saja yang termasuk seni kria.?karena saya masih bingung tentang seni kriya..terima kasih sebelumnya.

  21. adelia
    July 21, 2011 at 8:38 am | #37

    bisaa jelaaskan tentang seni kriya logam saja sebanyak banyak nya ?
    atau mungkin mas punya blog yang isinya khusus mengenai kriya logam ?
    terimakasih sebelumnya .

    • yogaparta
      July 21, 2011 at 6:40 pm | #38

      adelia, saya pernah menjelaskan sedikit perihal kriya logam dalam serangkaian komen pada posting ini..untuk sementara baru itu yang dapat saya sampaikan, saya masih mengumpulkan bahan2 yang berkaitan dengan itu..kalau sudah ketemu saya pasti akan posting..

  22. July 28, 2011 at 2:33 pm | #39

    lumayan nih
    bisa kasih tau mungkin sejarah dari seni kriya ini?

    • yogaparta
      July 28, 2011 at 2:50 pm | #40

      halo dika, silakan cek posting saya tentang kilasan sejarah seni kriya masih diblog ini..bisa dilihat di Content-nya..

  23. September 16, 2011 at 5:05 am | #41

    akhir nya pr q siap jga

    • yogaparta
      September 16, 2011 at 7:16 am | #42

      silakan..
      asal jangan hanya dicopy paste dan dijadikan paper saja..

  24. aida
    September 18, 2011 at 8:18 am | #43

    terima ksih atas informasi tentang seni kriya ya om ,,,
    krna informsi dari om tugas sya bsa terslesaikn ….

  25. September 26, 2011 at 10:50 am | #44

    Mas, nanya dong .. aku ada tugas dari sekolah buat kliping seni terapan sama seni kriya .. Tapi ak browsing di internet seni terpan dan seni kriya itu sama aja .. gimana aku mau buat klipingnya kalau aku gak tau bedanya .. kasih tau perbedaan nya dong .. supaya aku bisa bedain nya dan nyelesaiin tugas aku ..
    Di tunggu ya kak jwabannya
    Trims :)

    • yogaparta
      September 26, 2011 at 7:34 pm | #45

      Seni Kriya pada awalnya memang berbasis pada seni terapan (seni yang diperuntukkan untuk sesuatu) contoh bisa kita lihat pada Keris pada dasarnya merupakan karya yang memiliki fungsi akantetapi juga sangat artistik dan mengandung filosofi. dalam sejarahnya kriya mengandung kedua nilai tersebut tidak hany fungsi tapi juga nilai-nilai artistik dan bahkan filosofis..
      Dalam perkembangannya karya-karya kriya juga menunjukkan perkembangan yang mengacu pada penciptaan yang didasari oleh semangat fine art (seni murni), artinya karya yang tidak diperuntukkan untuk nilai fungsi/kegunaan/terapan, walaupun kadangkala karya-karya tersebut tetap menampilkan objek/bentuk yang berupa benda2..

      Tapi juga tetap ada karya kriya yang diperuntukkan untuk diterapkan/digunakan/fungsional seperti misalnya karya-karya furniture, karya2 jewelery itu lebih bersifat terapan..

      Satu lagi yang perlu untuk dibedakan adalah karya-karya yang secara visual, bahan dan teknik berasal dari tradisi kriya, tapi lebih diperuntukkan pada produksi massal, digolongkan sebagai kerajinan..

  26. citra rhevina
    October 4, 2011 at 12:36 pm | #46

    makasih ya…
    karena saya bisa lebih tau lagi tentang seni..

  27. Gartive
    October 7, 2011 at 5:39 am | #47

    ass bang, mau tanya, soal faktor2 yang harus di penuhi dalam menciptakan seni kriya apaan aja yah ? O.o??

  28. NitaUtamiVeb
    November 4, 2011 at 6:34 am | #48

    maaf pak, sbenarnya sni kriya itu mengedepankan seni atau fungsinya ya?

  29. Muka Pendet, Ubud
    November 26, 2011 at 2:13 am | #49

    Makasi ia reprensinya sangat bagus dan cukup membantu saya dalam penulisan artikel ilmiah selanjutnya, salam Muka Pendet di Ubud

    • seriyoga parta
      December 6, 2011 at 3:05 pm | #50

      ok sama pak muka..sukses selalu..
      sori blm sempat main ke rumah..

  30. braga
    December 6, 2011 at 6:11 am | #51

    terimakasi bisa dijadikan bahan perform saya

  31. Albert
    January 13, 2012 at 8:26 am | #52

    Seni Kriya gerabah itu apa??
    Minta link tentang seni gerabah dong..
    Thx…
    Kirim ke email ane aja..
    albertteguh@ymail.com
    thx gan

  32. February 1, 2012 at 3:06 am | #53

    Reblogged this on callitasari and commented:
    izin reblog yah mas…

  33. abdillah maulid putra
    February 5, 2012 at 12:30 pm | #54

    om bisa kirimin gak tentang seni budaya ke email aku..

  34. dhani
    May 27, 2012 at 11:32 am | #55

    maaf aku mau bertanya apa saja hasil seni kriya pada zaman prasejarah ??

  35. Liany Vesha
    June 12, 2012 at 7:34 am | #56

    Sangat bermanfaat..
    Dan menambah wawasan!!! Makasih.. :)

    By : Vevaga Marsha L

  36. omnie
    June 14, 2012 at 10:06 am | #57

    kalo yang termasuk seni kriya daerah papua itu apa aja yah?mohon di jawab:)

  37. fahrurrozy
    July 11, 2012 at 10:18 am | #58

    pak mutanyak nie.
    Kalo media elektronik termasuk dalam seni kria atau bukan? padahal didalam pembuatan media elektronik itu ada campur tangan manusia dalam membuat/mendesain suatu benda elektronik?

    Termasuk atau tidaknya m0h0n dibrikan alasanya pak?
    Dan jawabanya bisa dikirim ke email saya
    muhamadfahrurrozy@gmail.com

  38. aini nurbaiti
    August 23, 2012 at 2:38 am | #59

    apakah seni lukis, gambar, dan seni kriya itu sama?

  39. Zaidan
    August 28, 2012 at 6:37 am | #60

    makasih banyak pak, atas infonya… :) berkat info dari bapak tugas saya jadi selesei…

  40. September 6, 2012 at 11:40 am | #61

    aduuhh susah banget ringkasinnya
    jadi pusing!!!!

  41. September 6, 2012 at 11:42 am | #62

    jadi apa pengertiannya?

  42. September 28, 2012 at 3:21 am | #63

    pak saya ansar salihin mahasiswa jurusan kriya ISI Padangpanjang
    saya mau bertanya apa perbedaan dan persamaan seni kriya dengan kriya seni. beserta bagaimana contoh karyanya masing-masing
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  43. October 2, 2012 at 4:06 am | #64

    salam

    saya ansar salhin mahasiswa ISI padangpanjang
    saya mau bertanya kepada bapak
    apa bedanya seni kriya dengan kriya seni
    serta contoh karya masing-masing
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    salam

    • yogaparta
      December 15, 2012 at 5:13 am | #65

      Halo ansar maaf saya baru sempat membalas pertanyaan anda, coba cari artikel saya yang lain tentang kriya seni di dalam blog ini. Pada intinya begini kriya seni adalah istilah yang kini di sematkan untuk penciptaan kriya di akademis bagi karya2 kriya yang mengarah pada orientasi seni (fine art). Karena istilah seni kriya lebih luas cakupannya tidak saja pada seni tapi juga terapan..

  44. superdiahroshytasari
    October 23, 2012 at 7:37 am | #66

    Reblogged this on superdiahroshytasari.

  45. sri wullan
    November 15, 2012 at 11:31 am | #67

    assalamu’alaikum wr.wb
    mau nanya kalau cara membuat seni kriya yang baik itu seperti apa sih?tolong bantuin aku ya,,:)

  46. bima
    January 12, 2013 at 5:01 am | #68

    matur suwun

  47. susii permata sari
    February 7, 2013 at 1:25 pm | #69

    mau nanya pak, seni kriya itu sebenernya bisa disebut juga dengan seni apa?
    sebelumnya aku pernah baca bahwa seni kriya itu bisa disebut dengan seni kerajinan, tapi pada saat saya mau mengerjakan soal PG , pilihan nya gaada yang sesuai dengan wacana yang saya baca. share ilmu ya pak

    • yogaparta
      February 7, 2013 at 10:15 pm | #70

      Halo susi seni kriya adalah bagian dari seni rupa (seni visual), kerajinan maksudnya seni yang diproduksi secara masal dengan tangan atau hand craft. Semua jenis seni rupa dapat menjadi seni yang beroientasi produksi atau disebut sebagai seni kerajinan.

  48. March 22, 2013 at 1:09 pm | #71

    seni kriya itu menitik beratkan kepada fungsi dan pengolahan bahan bakunya gak ???
    aku ada soal kya gtu bantu yaaa !!! :D

  49. fani
    April 16, 2013 at 10:29 am | #72

    apa fungsi seni kriya

    • Vriska Mahardianti
      May 28, 2013 at 2:09 am | #73

      Aku mau nanya, klo 3 kriteria pembuatan seni kriya yang baik, apa saja ya??

  50. April 26, 2013 at 7:12 am | #74

    saya mau nnya pak apa sih pengertian balance dalam seni kriya?

  51. ijul
    August 22, 2013 at 1:41 am | #75

    salam mas yoga,
    karena saya baca mas yoga selalu memberi contoh hasil karya seni kriya selalu barang yang fungsional (misal keris), saya mau nanya apa seni kriya itu sama/tidak dengan seni rupa terapan? atau bagian dari seni terapan?

    terima kasih tulisan dan penjelasannya

  52. Desi
    August 29, 2013 at 7:11 am | #76

    saya mau tanya dong, apakah yang ditonjolkan dari seni kriya sebagai benda hias ?
    jawab yahh :)

  53. rani reviona
    August 29, 2013 at 1:13 pm | #77

    kalau karya seni yang termasuk hasil karya seni kriya apa,?

  54. August 29, 2013 at 1:17 pm | #78

    contoh2 seni rupa terapan apha ajha,? :)

  55. jokam354
    September 4, 2013 at 9:39 am | #79

    mas seni kra nya kurang lengkap tu

  1. April 25, 2011 at 1:50 am | #1
  2. May 4, 2013 at 2:07 pm | #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: